Kisah seorang Raja dan seorang Dayang PART III

Sebuah impian yang harus diraih dengan kekuatan bersama jihad di jalan Allah dengan kekuatan do’a. Mungkin saat ini adalah detik-detik terakhir dalam perjuangan sang raja untuk menuntut ilmu. Tapi, ingatlah perjuangan tidak cukup sampai disini. Peperangan tak akan pernah berakhir hingga akhir hidup ini. manis dan pahit kehidupan telah menanti, siapkan diri untuk menghadapinya sebuah perjuangan yang sesungguhnya yang akan dilalui oleh sang raja untuk masa yang akan datang.
Hari ini bagaikan akhir dari segalanya, tapi tidak yang ingin berbuat lebih banyak, ketahuilah Allah tidak akan memisahkan tanpa mempertemukan kita. Sebuah perpisahan yang memang akan terjadi. Akan tetapi hati ini merasa kesulitan untuk melepas segala kenangan indah yang telah terjadi.
Tepat pada tanggal 2 Mei 2016 sang raja berpamitan untuk pergi bertugas ke sebuah negeri yang mungkin sang raja harus turut ikut serta langsung ke tempat tersebut. Memang terasa berat sekali, tapi apalah daya istana kerajaan pun harus kembali sepi karena sang raja beserta para parjuritnya akan pergi meninggalkan istana kerajaan untuk beberapa waktu.
Sebelum pergi beranjak, sang raja pun memberi sedikit pesan dan nasihat kepadaku, agar aku menjaga serta merawat istana kerajaan ini dengan sebaik-baiknya, sang raja pun berpesan agara aku lebih berhati-hati serta menjaga diri dalam menghadapi orang-orang selain disekitar kerajaan. Karena sang raja tahu, banyak sekali yang ingin mengambil alih hak kekayaan istana kerajaan ini. beberapa pesan dan nasihat pun telah aku terima, dan pada saat itu akhirnya sang raja beserta para prajuritnya melangkahkan kakinya menggunakan kereta kencana yang telah disiapkan khusus untuk kepergian sang raja dan memang itu merupakan salah satu alat transportasi yang sering digunakan oleh sang raja jika berpergian ke luar kota.
Untuk kali ini sang dayang merasa kesepian tanpa sang raja di istana kerajaan, tetapi sang dayang harus bisa untuk mengerti akan posisi sang raja yang selalu menjadi tangan kanan untuk masyarakat. Ada rindu yang terbesit di dalam hati sang dayang kepada sang raja, karena sang raja lah yang selalu membuat sang dayang bisa tersenyum bahagia, dan sang rajalah yang selalu menjadi teman sehari-hari sang dayang di istana kerajaan. Satu minggu telah berlalu, sang raja telah memberi kabar bahwa sang raja di sana baik-baik saja. “Syukurlah” batinku.

Dalam seperempat malam di dalam sujudku aku selalu berdo’a dan meminta kepada Allah agar semua urusan sang raja diberikan kemudahan olehNya dan selalu berada dalam lindungan Allah Swt. Amin aku disini hanya bisa mendo’akan semoga tugas sang raja segera berakhir tepat sampai pada waktunya. Jika tugas sang raja telah selesai dan berhasil maka impian sang raja akan segera tercapai untuk membangun istana kerajaan (Indonesia) menjadi maju. Hehe

Bersambung~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku menulis, Aku berbagi

SEBUAH NOKTAH KECIL (Aku berteriak kencang di balik sekat, agar tak seorang pun tahu betapa rapuhnya aku.)

BEHIND OF SHADOW