BEHIND OF SHADOW
Tasikmalaya,
26 Juli 2018
Denting piano mengingatkanku akan seseorang yang telah mengisi
ceritaku selama kurang lebih setengah tahun ini. Tentang sebuah perasaan yang
tak kunjung kemana arahnya, bagaimana akhir kisahnya, mengapa harus ada
pertemuan jikalau hati ini terus merasa sakit. Aku tak pernah mengetahui
bagaimana dia, bahkan aku juga tidak pernah mengetahui kalua akan seperti ini.
Terkadang ada perasaan menyesal yang timbul dalam benak ini, akan tetapi ada
perasaan menyayangi. Entah nafsu atau cinta akupun tidak bisa membedakannya.
Perbedaan ini sangatlah tipis untuk aku pahami. Aku berlatang belakang perasa,
polos, childish. Sedangkan dia berlatang belakang sangatlah cuek dengan sesuatu
yang ada di sekitarnya. Aku heran adakah di zaman milenios ini seperti dia? Dan
jawabannya ada bahkan masih ada.
Lambat laut aku merasakan aku seperti di ombang ambing antara
bertahan dan melepaskan. Dalam dua dimensi ini aku sangatlah bingung, sedih,
kecewa dengan diriku sendiri. Bahkan aku sempat berfikir aku ingin mati saja. Sejak
awal berkenalan dia sangatlah manis, sopan dalam tutur katanya. Akan tetapi
seiring berjalannya waktu aku merasakan keanehan yang aku rasa sendiri itu
tidak layak. Terkadang dia emosional yang akhirnya aku selalu dijadikan
tumpahan dari butir-butir emosinya. Mataku selalu bercucuran air mata ketika
itu terjadi, tak kuasa menahannya. Tapi harus aku sadari dia adalah dia yang
sekarang telah menjadi miliku saat ini.
“Kenapa Tuhan mempertemukan kami?” batinku. Sampai mana kisah ini
akan terus bersama, aku hanya bisa mengikuti sesuai arusnya saja. Karena aku
yakin TUHAN lebih mengetahui. Hanya saja mungkin harapanku dan juga pintaku aku
ingin mengurai bahtera rumah tangga dengannya. Apakah bisa Tuhan mempersatukan
kami? Bukan maksud pemaksaan atau harus. Tapi memang ini harus, kita harus
bersama. Membayar apa yang telah kita lakukan bersama-sama. Tapi setelah
mengurai bahtera rumah tangga dalam satu ikatan suci, mungkinkah dia akan
menyayangiku dengan tulus? Mungkinkah dia akan memperlakukanku layaknya aku
bidadari terindah di dalam hidupnya? Aku ingin diperlakukan layaknya aku
seorang dewi. Oh ini harapanku.
Terkadang aku harus berkhayal sesuatu yang tidak ingin aku
inginkan. Iya ketika wanita berinisial YS kembali hadir, bagaimana? Arghhhh
Annoying. Tidak aku berharap dia tidak dating kembali, aku ingin kami bahagia.
Tapi aku tahu dia sangat mencintainya, terkadang aku merasa dia seperti
menunggu untuk hadir kembali. Jika memang Tuhan lebih meridoi dia dengan YS,
lalu bagaimana dengan aku? Aku harus lebih membuka mata, dan menerima dengan
lapang dada mungkin ini rencana dari Tuhan. Karena Tuhan lebih mengetahui
segala apa yang terjadi. Tapi aku akan merasakan hal yang sangat menyakitkan di
dalam hidupku. Aku sudah tidak ada harganya lagi sebagai wanita mengemis cinta.
Tapi aku harus siap jikalau khayalanku ini dating dan benar-benar terjadi.
Mungkin sulit, tapi aku harus ikhlas jikalau Tuhan harus memisahkan
kami dengan jalan tersebut. Aku akan lebih bahagia jika dia juga bahagia
bersama orang yang di cintainya. Seseorang yang dia inginkan, seseorang yang
bisa dikatakna jauh lebih sempurna dariku. Yang mempunyai ilmu yang telah ia
raih dari negeri kinanah. Aku hanyalah wanita biasa yang tidak pernah luput
dari dosa.
Tuhan tolong kuatkan aku, dalam menghadapi permainan ini. Sungguh
aku tidak tahu bagaimana kisah akhir dari cerita ini. Tapi tolong berikanlah
aku kesabaran yang lebih untuk menghadapi semua ini. Sesungguhnya Engkau yang
lebih memiliki Dzat anugerah serta kado terindah. Maka izinkanlah aku hidup
bahagia bersama orang yang tulus mencintaiku. Amin.
Bersambung
Komentar
Posting Komentar