Kisah seorang Raja dan seorang Dayang PART I
Kini aku sedang hidup dalam dunia dongeng sang raja yang sedang
mencari pendamping hidup untuk dirinya. Sang raja menyuruhku untuk menjadi
seorang dayang yang selalu siap untuk melayaninya kapanpun dan dimanapun.
Beberapa perintah telah aku laksanakan dengan semampuku, dan sang raja merasa
cukup puas dan bahagia atas hasil kerjaku. Hari demi hari aku lewati bersama
sang raja, akan tetapi pada saat ini sang raja sedang berada pada suatu titik
bahaya, yaitu beredarnya isu kedekatan sang raja dengan seorang dayang (aku).
Sontak aku pun kaget dan tidak terima akan isu kedekatan saya dengan sang raja.
Begitupun sang raja yang kaget ketika mendengar isu tersebut.
Akhirnya saya dengan sang raja mendiskusikan dan meluruskan
bersama-sama atas isu tersebut. Dan kami telah sepakat untuk menghadapinya
bersama-sama. Entah apa yang ada di dalam fikiran sang raja saat ini, entah
rencana apa yang sedang sang raja buat untuk menyelesaikan isu tersebut yang
jelas saya hanya bisa mengikutinya dari belakang. Saya mulai agak sedikit risih
dengan persoalan ini, mengapa? Karena saya takut sang raja lama kelamaan akan
terhasut oleh isu tersebut, dan mungkin juga sang raja akan membenciku. Hal ini
yang saya tidak inginkan terjadi suatu saat nantinya.
Sejak saat pertama saya mengenal sang raja, saya menganggapnya
hanya sebagai atasan kerja saya dan sekaligus *some text missing saya*, hanya
itu saja tidak lebih dan juga tidak kurang. Saya tidak pernah berfikir untuk
hal itu, dan saya tahu bagaimana kriteria sang raja dalam mencari pendamping
hidupnya. Sang raja tahu saya, dan sang raja tahu siapa saya, asal-usul saya,
dan bagaimana saya. Disini saya hanya menjalankan peran saya sebagai dayang
yang siap membatu sang raja disaat sang raja membutuhkan saya. Sudah hanya itu
saja.
Berita ini sampai kepada para prajurit-prajurit dan para
dayang-dayang yang lainnya, hingga menimbulkan tanda tanya yang sangat besar di
istana kerajaan. Beberapa pertanyaan yang diajukan kepada saya dan sang raja
kini muncul di istana. Lalu saya diberi wasiat oleh sang raja untuk membuat
para prajurit dan juga dayang-dayang yang lainnya agar semakin penasaran. Saya
hanya bisa melakukan apa yang telah sang raja perintahkan kepada saya. “Baiklah
akan saya laksanakan” ucapku.
Berita
ini semakin menjadi-jadi di istana kerajaan, saya sendiripun sedikit agak sensi
juga tapi apalah daya saya hanyalah seorang dayang tak punya tahta, kekuasaan.
Saya hanya bisa berdiam diri dan membantu sang raja agar semua permasalahan ini
selesai. Dan pada malam itu saya berdo’a agar sang raja bisa secepatnya
menemukan pendamping hidupnya, agar sang raja bisa terbebas dari berita-berita
yang tidak jelas. amin
bersambung~
Komentar
Posting Komentar