NEGERI DONGENG PART V


Tasikmalaya,
Senin, 26 Agustus 2019 14.44 WIB
“Tidak semua orang langsung membenci pasangannya ketika sadar telah diselingkuhi. Ada yang justru semakin cinta dan rela dirinya menjadi selingkuhan selama bertahun-tahun demi cinta”
Lagi-lagi kisah negeri dongeng aku bangun kembali untuk kesekian kalinya, kini sang putri harus merasakan kesedihan yang amat sangat mendalam yang sebelumnya belum pernah ia rasakan sama sekali di dalam hidupnya.
Pada malam ini aku sengaja meluangkan waktuku untuk bercengkrama dengan senoktah keyboard yang berada di depan mataku. Akan aku tulis bagaimana perjuangan cintaku kepadanya. Maka aku putuskan untuk menulisnya di blogger pribadiku ya itung-itung buat kenang-kenangan ajah sih hehe J
Pada hari Senin, 26 Agustus 2019 aku sama sekali tidak ada niat untuk pergi ke suatu tempat perbelanjaan di Tasikmalaya tapi karena atas ajakan temanku yang bernama Irma akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke tempat tersebut. Awalnya memang perasaanku udah ga enak hati, “ada apa ya?” batinku. Tapi aku selalu husnudzon ajah atas perasaanku ini. Dengan berpakaian seadanya karena emang gak niat pergi akhirnya aku bersama temanku memutuskan untuk berangkat. Singkat cerita kemudian kamipun bergegas pulang ketika menuju sebuah tempat parkiran aku melihat sosok pacar aku lagi sama cewek lain gandengan tangan sambal meluk gitu (ih jijik) sontak aku kaget, “Ya Allah itukan Gendra sama P***y” OH MY GOD ternyata benar kecurigaanku selama ini. Aku memang udh curiga sama doi sejak bulan Ramadhan dia sering banget kumpul sama teman-teman yang ini dan ada cewek itu juga. Hatiku langsung lemes guys kakiku langsung gemetar batinku menjerit OH TUHAN aku kehilangan satu cinta L. Lalu aku membuka masker yang aku kenakan untuk menutupi wajahku dan berkata “Heh Gendra kamu sama siapa?” mereka berdua pun langsung MELONGO dan berputar arah menuju ke pintu keluar jalur belakang.
Di jalan aku nangis kenceng banget sampe orang-orang liat, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah ibu lia (ibunya gendra), aku telfon ibu takut ga ada di rumah kan ya. Tapi alhamdulillah ibu ada dirumah. Sesampainya di rumah ibu aku langsung memeluk ibu sambal nangis kenceng banget Ya Allah baru kali itu disitu aku bisa meluk beliau yang udah aku anggap sebagai ibu kandung aku sendiri. Lalu ibu bilang “bella kenapa?” temenku bilang “ketemu sama gendra di mall lagi jalan pegangan tangan sama cewek” ibu pun kaget lalu ibu berusaha menenangkan aku. Kami pun ngobrol ini itu aku masih dalam keadaan nangis itu. Yang pada akhirnya setelah perbincangan yang cukup mencengang ibu memberikan solusi “yaudah bela udahan ajah mending temenan aja sama gendra kasihan bella, gendra anak ibu bisa ibu marahin tapi bela gak bisa ibu marahin, gendra sering ibu tanya “jalan sama cewek yang mana lagi kasihan atuh bella” sering ibu ingetin gitu tapi ya gendra pasti bilang “atuh bu temen etamah maenya ade teh ulah main”. Dasar pikiran bocah begitu haha
Akhirnya jam menunjukan pukul 16.30 WIB kami pun berpamitan kepada ibu untuk pulang dengan wajah lebam abis nangis kan ya. Kebetulan aku sama Irma lagi puasa yaudah kita ke mall satu lagi buat nyari bukaan sekalian beli sepatu (langsung shopping gila gak sih). Ketika aku sedang asyik milih sepatu aku dm itu cewek lewat ig dan cewek itu oke mau di ajak ketemu ngobrol “yaudah sini aja mumpung bela lagi di MP ajak gendra sekalian ya”.
Baik, suara adzan magrib pun berkumandang waktunya berbuka puasa, ah sumpah mau makan ajah gak nafsu sama sekali aku makan dikit minum es teh pun dikit setelah sekian lama menunggu pasangan itu akhirnya mereka datang juga oke baiklah aku harus kuat gak boleh cengeng depan mereka tarik nafas dalam-dalam aku persilahakn untuk duduk. Dengan wajah watadosnya gendra bilang “mau apa lagi?” kok bisa kamu kaya gitu gen?” “iya udah bosen sama kamu” “atuh kenapa pas di ajak putus kamunya gak mau?” “ah itumah acting aja” “sok sekarang kamu mau pilih siapa aku atau pepey” “pilih pepey ajah” “yaudah sok atuh” tanpa basa basi udah aku pamit salaman sama kedua mempelai haha dan langsung sontak ga ada niat sebelumnya tiba tiba tangan kiriku melempar es teh yang masih penuh ke mukanya gendra. Okelah aku merasa sedikit PUAS mampus kamu. Hahaha se food court ngeliatin aksi ku bisa dibayangkan gak sih untung aja gelasnya gak pecah tapi aku yakin siraman ini akan menempel di dalam hidupnya selamanya akan terekam HAHAHAHA.
Aku dan temanku memutuskan pulang ke pondok lalu aku kefikiran aku pengen ketemu the titin dan a fahmi pengen cerita karena mereka mak comblang yang udah mempertemukan kami haha ketika sampai di rumahnya tiba-tiba ada pesan whatsapp masuk dari ibu dan kocak gendra ngadu ke emaknya karena aku siram tadi haha dasar badan doing yang gede lo.
Pada hari itu belum galau banget tapi hari-hari selanjutnya wah galaunya minta ampun guys sampai esoknya aku memutuskan untuk pulang ke cikarang aku ingin bertemu dengan mama kandungku aku ingin memeluknya mencium kakinya. Yah alhamdulillah sih dari kejadian ini aku bisa mengambil hikmahnya akhirnya aku bisa bertemu dengan mamah berkat modal nekadku. Terakhir aku ketemu sama mamah itu pas kelas 3 SMP udah sih itu aja.
“Penghianat memang pantas dengan penggoda, biarkan mereka hancur bersama saya mundur dengan cara ELEGAN”

Alhamdulillah
NB: sebelum kejadian ini aku selalu mimpi buruk di kelilingi ular hitam banyak banget itu mimpi berturut-turut 3 hari 3 malam kebayang gak bisa tidur. Tapi mungkin ini sebuah pertanda. Wallahu alam bisshowab J

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku menulis, Aku berbagi

SEBUAH NOKTAH KECIL (Aku berteriak kencang di balik sekat, agar tak seorang pun tahu betapa rapuhnya aku.)

BEHIND OF SHADOW