Sejahat-jahatnya harimau tak akan memakan anaknya sendiri

Sejak aku kecil, aku sudah terbiasa hidup sendiri, makan, mandi, tidur, mengerjakan PR sendiri, bahkan melakukan aktifitas keseharianku dengan sendiri. Tapi, aku tak pernah mengeluh akan semua ini. Aku masih sangat ingat sekali dengan perayaan ulang tahunku yang ke-2 tahun, mungkin itu merupakan perayaan terakhir ulang tahunku bersama mama. Masih sangat terasa akan pelukan serta ciuman yang mama berikan kepadaku pada saat itu. Lalu setelah itu mama pergi tanpa kata, iya mama meninggalkanku pergi entah kemana. Pada saat itu mungkin aku belum mengerti, fikirku mungkin mama ada kerjaan yang padat sehingga mama tidak pernah pulang kerumah. Dan pada saat itu juga kebutuhan sehari-hariku diurusi oleh bibi.
Hari berganti hari mama tak kunjung pulang juga, berkali-kali aku merengek karena ingin tidur bersama mama, bahkan akupun menangis karena aku ingin dimandikan serta dipakaikan baju oleh mama layaknya seperti anak-anak yang sebaya denganku waktu itu. Aku bahkan menjerit ketika aku lapar dan aku minta aku ingin disuapin sama mama. Pada saat itu mama tidak ada. Kemana mama? Kemana mama? Kemana mama? “batinku”.  Pada saat itu juga papa sangat sibuk dengan pekerjaanya dan akhirnya bibi lah yang mengatur semuanya.
Hari pertama ketika masuk sekolah aku diantar oleh bibi, aku melihat ke kanan dan ke kiri karena teman-temanku diantar oleh mama dan papa nya. Disitu aku menangis dan bibi langsung memelukku dengan erat. Awalnya aku tak ingin masuk sekolah tapi bibi membujukku dengan penuh kasih sayang hingga akhirnya aku pun mau masuk sekolah. Pada saat itu juga aku mulai belajar menulis, membaca. Dan bibi yang mengajariku hingga akhirnya aku bisa menulis dan membaca mulai dari huruf A-Z. Kemana mama pada saat itu? “batinku”
Ketika papa pulang aku selalu menanyakan akan keberadaan mama, tapi papa tak pernah menjawab pertanyaanku. Aku senang kalau papa pulang, lalu papa mengajakku jalan-jalan ke kebun binatang ragunan dan papa pun mengajakku nonton atraksi lumba-lumba. Aku merasa senang dan bahagia pada saat itu.
Seiring berjalannya waktu, kini aku telah tumbuh dewasa. aku sudah bisa melakukan semuanya sendiri. Walaupun aku dibesarkan bukan langsung dari tangan mama, walaupun aku dibimbing bukan langsung dari tangan mama. Tapi, aku tidak pernah membenci mama sedikitpun. Walau bagaimanapun mama adalah ibu kandungku yang telah melahirkanku kedunia ini. Mama adalah surgaku yang harus aku hormati kehormatannya.
Mama, kini usiaku menginjak 23 tahun. Lika-liku perjalanan kehidupanku sangatlah pahit mah, tapi mungkin ini telah menjadi suratan takdir untukku. Aku selalu bersyukur atas apa yang telah Allah kasih untukku. Mama aku sangat bahagia jika mendengar mama dalam keadaan sehat, akan tetapi air mata ini berlinang ketika aku mendengar mama sakit. Mama pernah berjanji kepadaku kalau mama akan datang ketika aku menikah nanti, mama akan mendampingiku itu merupakan moment yang paling aku nantikan mah. Aku sangat merindukan mama, aku ingin bertemu dengan mama tetapi Allah masih belum menghendaki kita untuk bertemu.
Mama dimanapun mama berada saat ini, aku selalu berdo’a untuk mama agar mama selalu diberi kesehatan, keselamatan serta kebahagiaan oleh Allah Swt. Aku bahagia menjadi anak mama, aku juga bahagia jadi anak papa. Karena aku adalah hadiah dari Allah Swt untuk kalian berdua. Yang aku minta dari mama hanyalah ridlomu. Karena ridlo ku ada pada dirimu mah.
Aku berjanji, kelak suatu saat nanti anak-anakku harus aku besarkan langsung oleh tanganku sendiri, mereka tidak boleh merasakan apa yang telah aku rasakan. Mereka harus bahagia, mereka harus mendapatkan kasih sayang dariku, mereka harus mendapatkan didikan dariku.
Untukmu papa, ayahku pahlawanku terimakasih atas semua kasih saynag dan perhatian kepadaku. Terimakasih juga karena selama ini aku memang dibesarkan olehmu. Aku berjanji akan membalas semua kebaikanmu kelak suatu saat nanti. Cinderella papah ini akan membuatmu tersenyum bahagia atas kesuksesannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku menulis, Aku berbagi

SEBUAH NOKTAH KECIL (Aku berteriak kencang di balik sekat, agar tak seorang pun tahu betapa rapuhnya aku.)

BEHIND OF SHADOW