New NEGERI DONGENG I

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi hari esok, begitupun juga aku tidak tahu apa yang akan terjadi didalam hidupku dihari esok. Tetapi inilah rahasia Allah, inilah hadiah dari Allah atas kesabaranku selama ini, atas tekadku yang ingin pergi menjauh dari apa yang tidak aku suka. Allah sempat menitipkan aku sebuah amanah yang harus aku jaga sebuah malaikat yang berhati syurga selembut sutra. Namun, seiring berjalannya waktu, Allah tunjukkan sesuatu kepadaku. Awalnya aku tidak menyadari ini semua, akan tetapi seiring berjalannya waktu aku mulai membuka mataku dan menyadari akan semuanya. Hal tersebut berjalan dengan cepat tanpa harus menunggu lama. Negeri dongeng yang selama ini sering aku ceritakan perlahan runtuh karena istana kerajaan tidak bisa diselamatkan lagi. Akupun segera melangkah pergi dari istana kerajaan tersebut yang kebetulan nenek moyangku mempunyai istana kerajaan di negeri sebrang. Aku bersama prajurit-prajuritku segera membereskan seluruh barang yang akan kami bawa ke istana kerajaan baru kami. Barang-barang yang kami butuhkan saja yang akan kami bawa ketempat singgah baru kami. Sekiranya ada barang yang sudah tidak terpakai lagi aku putuskan untuk meninggalkannya di tempat tersebut.
Sesampainya kami di istana kerajaan baru, kami segera membereskan seluruh barang-barang agar terlihat tertata rapih, walaupun sedikit berbeda karena istana kerajaan baru kami tidak seluas istana kerajaan dahulu yang sempat kami tempati. Maklum namanya juga pemberian dari nenek moyang. Pada malam harinya setelah semua pekerjaan selesai dan istana sudah cukup rapih, aku putuskan untuk mengumpulkan seluruh prajurit-prajuritku dan ke empat dayang-dayangku. Disitulah kami membuat visi-misi baru kami. Meninggalkan semua kenangan yang ada di istana kerajaan memang sangat sulit.
Tidak bisa dipungkiri lagi, sesekali sang raja selalu datang ke istana kerajaan tujuannya hanya ingin bertemu denganku, akan tetapi para prajurit diluar tidak membolehkan ia masuk kedalam istana karena aku telah menyuruh mereka untuk tidak memasukkan ia ke dalam istana jika ia datang kemari. Sempat sang raja memberontak dan bersih kokoh ingin masuk ke dalam istana kerajaan baru kami, akan tetapi semua bisa teratasi oleh prajurit-prajuritku yang hebat.
Aku sudah tidak ingin lagi mencampuri istana kerajaan lamaku, dan aku ingin membuka lembaran hidupku di istana kerajaan yang baru.

The End~~~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku menulis, Aku berbagi

SEBUAH NOKTAH KECIL (Aku berteriak kencang di balik sekat, agar tak seorang pun tahu betapa rapuhnya aku.)

BEHIND OF SHADOW