BEHIND OF SHADOW
Tasikmalaya, 26 Juli 2018 Denting piano mengingatkanku akan seseorang yang telah mengisi ceritaku selama kurang lebih setengah tahun ini. Tentang sebuah perasaan yang tak kunjung kemana arahnya, bagaimana akhir kisahnya, mengapa harus ada pertemuan jikalau hati ini terus merasa sakit. Aku tak pernah mengetahui bagaimana dia, bahkan aku juga tidak pernah mengetahui kalua akan seperti ini. Terkadang ada perasaan menyesal yang timbul dalam benak ini, akan tetapi ada perasaan menyayangi. Entah nafsu atau cinta akupun tidak bisa membedakannya. Perbedaan ini sangatlah tipis untuk aku pahami. Aku berlatang belakang perasa, polos, childish. Sedangkan dia berlatang belakang sangatlah cuek dengan sesuatu yang ada di sekitarnya. Aku heran adakah di zaman milenios ini seperti dia? Dan jawabannya ada bahkan masih ada. Lambat laut aku merasakan aku seperti di ombang ambing antara bertahan dan melepaskan. Dalam dua dimensi ini aku sangatlah bingung, sedih, kecewa dengan diriku sendiri. Bahk...