THE TEARS OF REGRET :(
Malam ini aku harus menutup semua kisahku, dongengku tentangku dan tentangmu. Ku tutup kisah ini dengan penuh kesedihan yang mendalam. Siapa yang menyangka kebersamaan yang singkat ini seakan hancur bagaikan di terjang angin, di terpang badai, serta di guyur hujan deras. Hingga kini aku masih tidak menyangka akan semua ini, padahal baru saja kita bercengkrama, baru saja kita bersama, baru saja kita saling tegur sapa. Tuhan mengapa ini semua terjadi? “batinku”. Dan aku harus menyadari ketika aku terbangun dari tidur ini, aku harus tahu bahwa kamu sudah tidak berada disampingku lagi. Hingga saat ini aku masih belum ikhlas aku masih belum bisa menerima semua ini. Hatiku, batinku, jiwaku, bahkan ragaku pun menjerit. Tuhan aku masih belum bisa menerima ini semua ☹ Jujur saja aku belum terbiasa hidup sendiri tanpamu, karena saat pertama kali aku menginjakkan kaki di sini, kamulah yang menemani hari-hariku, yang selalu menjadi tempat berkeluh kesah ketika aku senang atau pun sed...