Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

THE TEARS OF REGRET :(

Gambar
Malam ini aku harus menutup semua kisahku, dongengku tentangku dan tentangmu. Ku tutup kisah ini dengan penuh kesedihan yang mendalam. Siapa yang menyangka kebersamaan yang singkat ini seakan hancur bagaikan di terjang angin, di terpang badai, serta di guyur hujan deras. Hingga kini aku masih tidak menyangka akan semua ini, padahal baru saja kita bercengkrama, baru saja kita bersama, baru saja kita saling tegur sapa. Tuhan mengapa ini semua terjadi? “batinku”. Dan aku harus menyadari ketika aku terbangun dari tidur ini, aku harus tahu bahwa kamu sudah tidak berada  disampingku lagi. Hingga saat ini aku masih belum ikhlas aku masih belum bisa menerima semua ini. Hatiku, batinku, jiwaku, bahkan ragaku pun menjerit. Tuhan aku masih belum bisa menerima ini semua ☹ Jujur saja aku belum terbiasa hidup sendiri tanpamu, karena saat pertama kali aku menginjakkan kaki di sini, kamulah yang menemani hari-hariku, yang selalu menjadi tempat berkeluh kesah ketika aku senang atau pun sed...

UNTUKMU YANG TIDAK MENGAJAKKU DEMI KEMEWAHAN, TAPI MENGAJAKKU BERJUANG UNTUK MASA DEPAN

Kamu tidak datang dengan segepok janji manis yang membuat hatiku sekenyal mie yang baru saja selesai ditiris. Sampai hari ini kita lebih sering berkomunikasi sambil membicarakan banyak hal. Mulai dari bagaimana harimu, hal besar apa yang sedang terjadi di hidupku, sampai sesekali kelakar soal rencana masa depan yang bagi kita terasa besar, menakutkan, tapi juga membuat penasaran. Sejak awal kamu tidak pernah menawarkan banyak hal. Tidak ada janji seperti “Nanti aku belikan X atau Y buat kamu, deh,” atau sikap mengumbar. Tak ada kalimat seperti “Di kantor, aku termasuk staff yang sering dipuji. Kalau kamu mau sama aku, kamu nggak akan menyesal deh, pasti.” Tapi justru kesederhanaan itu yang menarik darimu. Kamu tak memperlakukanku seperti seseorang yang manja. Alih-alih, kamu mengajakku untuk berjuang bersama. Kamu dan aku sama-sama berasal dari keluarga yang berbeda sistem cara pendidikannya. Mungkin, kamu sejak kecil, dididik supaya punya bekal untuk “memapankan” nasib sendiri. Tak me...

PELANGI YANG INDAH ITU MEMANG ADA

Gambar
Di kehidupan yang baru ini aku mendapatkan banyak sekali pengalaman yang sebelumnya memang belum aku dapatkan ketika aku mondok di Gontor. Dahulu aku hanyalah sebagai penonton saja tapi kini ditempat yang baru ini aku bisa menjadi pemain. Tapi aku tidak pernah menyalahkan semuanya, aku bersyukur karena ketika dulu aku mondok d Gontor, aku menjadi penonton yang setia, hingga akhirnya aku bisa mengaplikasikannya di sini. Apa yang aku dapatkan di Gontor, apa yang aku dengar dan aku rasakan di Gontor aku aplikasikan di sini dengan semampuku. Tiap Pondok Pesantren mungkin mempunyai ciri khas yang berbeda, begitupun juga di sini, ada banyak perbedaan yang tidak bisa di samakan dengan Gontor, karena disini memang berpegang teguh kepada 3 pilar yaitu: Diknas, Gontor, Salafi. Yang mana ketiga perbedaan tersebut mempunyai ciri khas yang berbeda-beda layaknya negeri ini Indonesia, berbeda-beda suku, ras, bahasa, adat istiadat akan tetapi tetap satu negeri yaitu; Indonesia. Aku merasa sa...